POLRES WONOGIRI – Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak, membuat jajaran Kabupaten Wonogiri meningkatkan kewaspadaan ekstra. Terlebih Wonogiri merupakan daerah perbatasan Jatim-Jateng-DIY.

Polres Wonogiri pun turut terjun langsung mengantisipasi agar tidak ditemukan penyakit mulut dan kuku di daerah ujung tenggara Jateng tersebut. Terkait hal itu Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto telah memberikan instruksi kepada jajarannya untuk aktif merespon perkembangan situasi, khususnya penyakit mulut dan kuku.

Hal ini dibuktikan ketika anggota Polsek Jatipurno dan Polsek Ngadirojo Wonogiri kompak melakukan pemantauan dan antisipasi kasus PMK di wilayah masing-masing, Rabu (11/5/2022) siang. Kanit Binmas Polsek Jatipurno Aiptu Mustafa Sri Agung bersama Bhabinkamtibmas Mangunharjo Bripka Ahmad Mursito memeriksa peternak sapi milik anggota DPRD Wonogiri, Suprapto (60) yang tinggal di Dusun Ngojati Desa Mangunharjo Jatipurno.

Ada enam sapi jenis limousin yang ada di kandang milik anggota FPDI Perjuangan tersebut, semuanya dinyatakan belum seekorpun terpapar PMK.

Kapolres Wonogiri melalui Kasi Humas AKP Anom Prabowo menjelaskan, jajaran Polsek Ngadirojo yang dipimpin langsung Kapolsek Wiyono SH, Rabu sore juga melakukan pemeriksaan di rumah pemotongan hewan (RPH) milik Widodo, warga Manggis Ngadirojo Kidul Kecamatan Ngadirojo.

“Hasil pengecekan di RPH swasta terkait merebaknya virus penyakit mulut dan kuku di Ngadirojo aman dan bebas dari penyakit alias sehat semuanya,” papar Anom.

Dia menambahkan ada 60 ekor sapi jenis simental dan limousin di peternakan milik Widodo itu yang secara rutin selalu dicek kesehatannya oleh seorang dokter hewan.

Sementara menurut Pemkab Wonogiri melalui Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Wonogiri, hingga kini tidak ditemukan penyakit mulut dan kuku di kabupaten terluas kedua di Jateng setelah Cilacap tersebut.

Namun demikian sejumlah upaya telah ditempuh untuk mencegah sekaligus deteksi dini penyakit mulut dan kuku.

“Sementara ini kami tracking belum ada laporan dari teman-teman di Kecamatan mengenai PMK Insya Allah masih aman,” kata Kepala Dislapernak Wonogiri Sutardi baru baru ini.

Pihaknya memastikan, dari hasil pemeriksaan di lapangan hingga saat ini belum ditemukan ternak di wilayah Wonogiri yang mengalami gelaja mengarah ke PMK. Oleh sebab itu,kata Sutardi sebagai bentuk antisipasi pihaknya terus melakukan tracking dan pemeriksaan di pasar-pasar hewan. Keluar masuk hewan dari luar Kabupaten juga terus dipelototi.

“Kemarin kami melakukan pemeriksaan di Pasar Hewan Wuryantoro. Hasilnya belum ditemukan gejala-gejala yang mengarah ke PMK,” terang dia.

Ditambahkan, pihaknya secara masif melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan apabila menemui ternak yang mengalami gejala-gejala mengarah ke PMK

Untuk diketahui PMK merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Apthovirus yang merupakan bagian Picornaviridae. Penyakit tersebut bisa menyerang hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, babi dan kerbau.

Ada sejumlah gejala yang muncul apabila hewan ternak terjangkit PMK. Misalnya, ternak mengalami demam tinggi dengan suhu 39-41 derajat celcius, luka lepuh pada lidah serta rongga mulut, produksi air liur berlebihan dan berbusa. Selain itu ada juga yang kukunya sampai lepas, tremor, tidak nafsu makan karena mungkin ada luka di mulut dan mengalami nafas pendek atau cepat.

 

(Humas Polres Wonogiri Polda Jateng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here