Partisipasi dan perhatian terhadap warga Wonogiri yang menjalani isolasi mandiri (isoman) karena terpapar Covid-19 datang dari sejumlah kalangan masyarakat. Mulai dari mendirikan posko dapur umum hingga menggalang donasi.

Di Kecamatan Giritontro, Wonogiri, sejumlah sukarelawan di kecamatan itu mendirikan posko dapur umum. Posko itu digunakan untuk memasak dan makanan siap santap diberikan kepada warga Giritontro yang menjalani isoman.

Sementara itu, Sukarelawan Covid-19 Wonogiri menggalang donasi yang akan diperuntukkan kepada seluruh warga Wonogiri yang tengah menjalani isoman. Program itu bertajuk Wonogiri Peduli Isolasi Mandiri.

amat Giritontro, Fredy Sasono, mengatakan pendirian posko dapur umum itu diinisiasi oleh sukarelawan Giritontro yang dibentuk pada dua tahun lalu. Posko itu berada di rumah milik Sunarno Keping, Lingkungan Tanggung RT 001/RW 005, Kelurahan Giritontro, Kecamatan Giritontro.

“Mulainya baru kemarin [Sabtu, 10 Juli 2021]. Posko itu didirikan berangkat dari keprihatinan, semakin hari banyak warga yang isolasi mendiri,” Katanya.

Hingga Minggu pagi, kata dia, ada 125 warga Giritontro, Wonogiri, yang tersebar di seluruh desa/kelurahan tengah menjalani isoman. Warga yang isoman ada yang dinyatakan positif Covid-19 dan kontak erat dengan pasien positif.

Dia mengatakan sukarelawan yang terdiri dari 30 orang itu memasak untuk makan siang para warga yang isoman. Namun yang bertugas memasak dan mengantar makanan ke rumah warga dijadwal atau bergantian. Sehingga tidak menimbulkan kerumunan.

“Tujuan kami tidak sekadar memberikan makan siang saja. Tapi yang terpenting menyapa para warga yang sedang isolasi mendiri. Say Hello, memberi motivasi dan semangat serta memahamkan warga bahwa Covid-19 bukan aib. Sehingga tidak perlu dikucilkan atau diasingkan,” ungkap dia.

Di Dapur umum, lanjut Fredy, para sukarelawan mendapatkan banyak bantuan dari masyarakat. Apa yang dimiliki warga seperti cabai, kelapa, jagung dan kebutuhan lainnya disumbangkan ke posko itu. Bantuan berupa uang datang dari para warga perantauan di kota-kota besar.

“Semoga bisa memberi manfaat kepada warga yang tengah menjalani isolasi mendiri. Awalnya kami dan sukarelawan patungan bahan makanan kemudian inisiatif memasak dan dibagikan kepada mereka. Seperti itu,” kata Fredy.

Semetara itu, program Wonogiri Peduli Isolasi Mandiri merupakan gerakan yang diinisiasi oleh Relawan Covid-19 Wonogiri yang terdiri dari Wonogiri Lawan corona, Osikosawa dan sejumlah pegiat media sosial Wonogiri.

Koordinator Relawan Covid-19 Wonogiri, Unggul Wicaksono mengatakan saat ini kondisi fasilitas kesehatan di berbagai daerah seperti rumah sakit dan Puskesmas semakin mengkhawatirkan. Bahkan banyak fasilitas kesehatan yang tak bisa lagi menerima pasien. Sehingga untuk pasien positif dengan gejala ringan diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri.

“Banyak warga yang isolasi mandiri sementara waktu ini tidak lagi bekerja. Selain itu sebagian dari mereka mungkin tidak mendapat support pangan. Jika harus keluar rumah mencari makan, hal ini bisa memicu persebaran Covid-19 lebih luas,” kata dia.

Unggul mengatakan, target distribusi bantuan itu warga Wonogiri yang melakukan isolasi mandiri dan mendaftar (via Whatsapp) ketika pendataan distribusi dibuka. Calon penerima donasi wajib melampirkan nama, alamat dan foto hasil swab. Sehingga penerima donasi sesuai peruntukan.

Ia menuturkan, target donasi tahap 1, tanggal (9-16/7/2021), sebesar Rp10 juta, dengan target 100 paket. Sedangkan pendataan dan distribusi paket sembako akan dilakukan pada 17-20 Juli 2021. “Paket donasi senilai Rp100.000. Setiap paket akan dibelikan kebutuhan pokok seperti beras, telur, susu, gula, teh, minyak, mie instan, sarden dan biskuit,” kata Unggul.

Untuk yang mau berdonasi. Bisa melalui BRI 6951 0102 8637 539 an Unggul Wicaksono. Selain itu menerima donasi dalam bentuk kebutuhan pokok pangan.
Info lebih lanjut bisa WA di 085 647 195 584 DM Instagram @wonogirilawancorona.

(Humas Polres Wonogiri Polda Jateng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here