Ternyata jika dibandingkan tahun 2019, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas di Wonogiri pada 2020 menurun. Tidak hanya itu total korban serta jumlah kerugian juga mengalami penurunan drastis.

Kapolres Wonogiri AKBP Christan Tobing SIK, MH, MSi. Minggu (10/1/2021), mengatakan, ada 686 kejadian kecelakaan selama 2020 di Wonogiri. Dari Januari hingga Desember 2020 sebanyak 65 orang meninggal dunia dan tidak ada korban luka berat. Sementara 754 orang mengalami luka ringan. Kerugian material pun ditaksir mencapai Rp 269.900.000.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan tahun 2019 lalu, jumlah kasus kecelakaan mengalami penurunan. Tercatat, mulai Januari-Desember 2019 terjadi 871 kejadian kecelakaan. Dengan korban meninggal dunia sebanyak 92 orang. Pada 2019 nihil pengendara yang terlibat kecelakaan mengalami luka berat. Sementara 945 orang mengalami luka ringan. Kerugian material pun ditaksir mencapai Rp 400.100.000.

“Berdasar data, tahun 2020 ada penurunan jumlah korban meninggal dunia. Kerugian materialnya turun sekitar 50 persen. Sementara kejadian kecelakaan turun sekita 25 persenan,” kata dia.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, turunnya angka kejadian kecelakaan itu berkat adanya upaya-upaya yang terus dilakukan oleh kepolisian. Seperti, patroli di daerah-daerah rawan kecelakaan hingga adanya edukasi. Serta dengan imbauan yang diberikan kepada masyarakat agar tertib berlalu lintas sesuai peraturan dan juga etika berlalu lintas.

“Yang mengalami kecelakaan itu mayoritas usia 25-29 tahun, paling banyak kecelakaan tunggal,” ujar dia.

Pihaknya ingin sekecil mungkin dapat menekan angka kecelakaan dan fatalitas kecelakaan. Oleh sebab itu, dirinya bersama jajarannya akan mengoptimalkan upaya imbauan dan penyuluhan. Dia berharap di tahun ini ada penurunan kasus lebih banyak lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here