Mayat Ny Harni, semalam, ditemukan di perairan Waduk Gajahmungkur, Wonogiri, setelah terseret banjir sejauh 37,5 KM ke arah hilir.

Mayat ibu hanyut, Ny Harni (37), semalam ditemukan mengapung di perairan Waduk Gajahmungkur Wonogiri. Jenazah warga Dusun Gondang Legi RT 1/RW 2, Desa Tambakmerang, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, ini terseret arus banjir Kali Belik Gondang Legi sejauh 37,5 Kilometer (KM) ke arah hilir.

Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing, SIK, MH, MSi melalui Paur Subbag Humas Polres Aipda Iwan Sumarsono, menyatakan, tragedi ibu-anak hanyut ini berlangsung Sabtu petang (31/10). Upaya pencarian yang dilakukan jajaran TNI-Polri dengan mendatangkan bantuan dari Tim SAR Wonogiri dan Tim SAR Surakarta.

Juga melibatkan personel Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri dan relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Wonogiri, dibantu pamong desa dan masyarakat.

Semula ditemukan adalah jenazah Bima, di posisi 1 Kilometer arah hilir dari titik dia bersama ibunya terpeleset ke alur Kali Belik Gondang Legi. Kemudian baru semalam menyusul ditemukan jenazah Ny Harni yang mengapung di perairan Waduk Gajahmungkur Wonogiri. Ini terjadi, karena alur Kali Belik Gondang Legi merupakan anak Sungai Keduwang yang bermuara di Waduk Gajahmuyngkur Wonogiri.

Ketua Search And Rescue (SAR) Kabupaten Wonogiri, Agus Widodo, melalui Kabid Operasi SAR Tri Cahyana, menyatakan, jenazah Ibu Harni ditemukan Senin malam (2/11) Pukul 19.39. Memberikan keterangan dengan didampingi relawan senior SAR Wonogiri, Ashari Mursito Wisnu, disebutkan, dengan ditemukannya jenazah Ny Harni, maka operasi water rescue pencarian orang hanyut, semalam resmi dinyatakan ditutup.

Kepada semua pihak yang telah terlibat membantu operasi SAR pencarian korban hanyut ini, disampaikan ucapan terima kasih. Setelah diperiksa oleh tim medis bersama aparat kepolisian, semalam, mayat Ny Harni diserahkan ke pihak keluarganya untuk prosesi penguburannya.

Sebagai relawan SAR senior yang berpengalaman 20 tahun lebih melakukan penanganan pencarian orang hanyut dan tenggelam (kalap), Wisnu, menyatakan, ini menjadi sesuatu yang tidak terduga, karena hanyut sampai sejauh 37,5 KM, yang sepanjang alurnya memiliki rintangan yang luar biasa.

Seperti diberitakan, Ny Harni hanyut bersama putranya, Bima (7), saat terpeleset di alur Kali Belik Gondang Legi. Kejadiannya berlangsung tatakala ibu-anak ini pulang dari ladang dalam kondisi masih turun hujan. Karena hujan, terjadi banjir pada arus Kali Belik Gondang Legi.

(Humas Polres Wonogiri Polda Jateng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here