polreswonogiri.com – Kedatangan penumpang dari Jakarta dan sekitarnya di Terminal Giri Adipura Wonogiri mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Selain karena ada pengetatan di Jakarta, saat ini juga memasuki musim hajatan. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari data Produksi Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri hingga Minggu, (4/10) lalu, jumlah penumpang bus kedatangan antarkota antarprovinsi (AKAP) mayoritas berasal dari Jabodetabek. Jumlahnya mencapai 1.822 orang. Sementara itu, jumlah penumpang bus keberangkatan pada hari yang sama mencapai 1.225 penumpang.

Koordinator Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri Agus Hasto Purwanto menduga, peningkatan jumlah penumpang kedatangan dikarenakan saat ini sudah memasuki musim hajatan. “Kemungkinan karena saat ini memasuki musim wong nduwe gawe (punya hajatan, Red), jadi banyak kaum boro yang pulang,” ungkap Agus.

Berdasarkan pantauan Humas pada Minggu kemarin, cukup banyak penumpang bus dari Wonogiri kembali ke Jabodebatek. Di terminal keberangkatan, kursi tunggu cukup padat. Selain itu, barang-barang bawaan penumpang ditaruh di sekitar tempat duduknya. Bus AKAP juga sudah siap mengantarkan kaum boro ke perantauan.

Agus menuturkan, jumlah pasti penumpang keberangkatan Minggu kemarin masih didata. “Besok (hari ini) data lengkapnya ada. Kami catat dulu semuanya,” jelas dia.

Dengan adanya peningkatan jumlah penumpang kedatangan ini, para penumpang diminta tetap menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin.

“Semua penumpang baik kedatangan ataupun keberangkatan kami harapkan bisa menerapkan protokol kesehatan. Harus itu, demi menjaga diri sendiri dan juga orang lain dari potensi penularan Covid-19 tentunya,” ujarnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, pelaku perjalanan utamanya dari kota-kota besar yang rawan penularan Covid-19 diharapkan melakukan karantina mandiri.

“Kami juga menekankan pemerintah desa bisa terus melakukan pendataan siapa-siapa saja warganya yang pulang dari perantauan,” ungkapnya.

Pemerintah desa juga diharapkan melakukan pengawasan kepada para pelaku perjalanan. Pengawasan itu bisa dilakukan bersama dengan tokoh masyarakat dan relawan-relawan di tingkat desa.

“Pelaku perjalanan harus melakukan itu. Misal ada gejala-gejala mengarah Covid-19, silakan memeriksakan diri ke puskesmas terdekat,” kata Bambang.

Sebelumnya, Plt Bupati Wonogiri Edy Santosa mengharapkan peran serta ketua RT dan RW agar bisa melakukan pengawasan melekat dan ketat terhadap warganya yang baru saja pulang dari perantauan. Dengan begitu, karantina mandiri yang dilakukan kaum boro yang pulang bisa terlaksana dengan baik dalam upaya memutus potensi penyebaran Covid-19.

(Humas Polres Wonogiri Polda Jateng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here