polreswonogiri.com – Ketua DPC PDI-P Wonogiri Joko Sutopo yang akrab disapa Jekek menyatakan secara pribadi akan mengirim surat pengunduran diri sebagai calon bupati Wonogiri ke DPP PDI-P di Jakarta, pekan ini. Tak hanya bersurat, Jekek sebagai calon petahana akan secara langsung menghadap petinggi PDI-P di Jakarta.

“Kami akan konsultasi ke DPP terhadap pernyataan (mundur) yang pernah saya sampaikan. Kalau sudah konsultasi nanti saya tinggal menunggu hasilnya,” ungkap Jekek, Selasa (7/7/2020).

Saat konsultasi, dirinya akan menjelaskan alasan mengundurkan diri bila pilkada digelar serentak 9 Desember 2020 mendatang. Bila DPP mengabulkan, Jekek tidak akan menyesalinya. Dia meyakini DPP akan memilih tokoh yang patut untuk direkomendasikan sebagai cabup. Jekek akan mematuhi apa yang menjadi keputusan DPP bila DPP tak mengabulkan pengunduran dirinya. Menurutnya, kepatuhan terhadap keputusan partai bukan berarti dirinya tak konsisten. Bagi Jekek, konsisten dan tidak konsisten seseorang itu parameternya harus terukur.

Dia mencontohkan bila dirinya mundur sebagai bupati untuk memburu jabatan baru maka bisa dikatakan tidak konsisten. Jekek menyatakan mundur sebagai cabup saat rapat internal dengan seluruh kepala organisasi perangkat daerah beberapa waktu lalu. Pernyataan itu disampaikan untuk membangun optimisme kesemangatan dan kebersamaan OPD dalam menangani Covid-19. “Maka dibutuhkan satu dirigen, satu arahan, dan satu petunjuk agar semuanya harus fokus,” kata Jekek.

Jekek berujar, untuk menangani Covid-19, seluruh OPD harus fokus dan tidak perlu ada pemikiran politis dan pencitraan bagi dirinya. Pandemi Covid-19 merupakan situasi kejadian yang luar biasa yang harus disikapi secara khusus. “Kalau ada pemikiran pencitraan saya juga tidak nyaman bila Pilkada diselenggarakan 9 Desember 2020,” kata Jekek.

(Humas Polres Wonogiri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here